saat sebagian dari otakku telah hilang.. saat itu terhapus begitu saja tanpa tanda.. saat itulah aku baru sadar.. saat aku sudah tak bisa lagi menyebut namamu dengan benar..
apakah aku mengenalmu? otak di kepalaku menanyakanmu.. ya! jawabku.. aku sering mendengarnya bicara.. kadang aku lihat raut mukanya.. aku tahu namanya.. ketika melihat matanya.. .. hmm.. tapi.. aku tak pernah tahu siapa dia..
ini adalah tinta perak yang siap kuukirkan dalam tiap lembar awan.. dan akan kutuliskan dikala awan mulai enggan dengan kebiruan.. saat itulah setiap kata akan menetes perlahan sebagai tanda kegetiran..